Pages - Menu

Friday, March 22, 2013

Pressure Control Equipment (PCE)

Pressure control equipment (PCE) adalah salah satu bagian dari kegiatan wirelines. Wireline sendiri sudah digunakan sejak 1859 di Tiusville-Pennsylvania, dan mulai banyak digunakan oleh oil service di Mexico pada tahun 1947. Peralatan Wirelines sendiri terdiri dari beberapa bagian yang dirangkai sebagai berikut :
Sumber : API Wireline and Operation Procedure-Edition.3. diunduh : 04/02/2013

Salah satu bagian dari rangkaian tersebut adalah PCE yang terdiri dari Stuffing Block, Lubricators, Bleeder valve, BOP, Swab Valve, Riser yang kemudian akan dirangkai menjadi satu rangkaian.
 
Sumber : WCP Slickline - Kellyville Training Center Schlumberger. diunduh : 23/02/2013

Alat tersebut harus :
  • Sesuai dengan tipe operasi 
  • Tingkatan Tekanan
  • Kemampuan tekanan kerja/ pengetesan tekanan (Working pressure/ Test pressure)
  • Aspek Keselamatan
  • Tipe kerja alat 
  • Standar kerja dan ketahanan terhadap H2S (H2S service)
Untuk memenuhi aspek working pressure dan pressure rating yang sesuai dengan tekanan sumur minyak, maka perlu dilakukan pengetesan tekanan sebelum peralatan tersebut digunakan dan disertifikasi. Pengetesan tekanan dapat dilakukan dalam 2 cara pengetesan 
1.  Uji Tekan dengan Cairan : (Hydrostatic Test)
Pengujian tekanan merupakan operasi berbahaya, risiko yang ada sebanding dengan energi yang terakumulasi, terkait dengan kompresibilitas fluida terhadap volume dan elastisitas yang terkandung. Cairan dengan tekanan tinggi dapat dapat berakibat fatal, karena pada tekanan tinggi air dapat menyimpan energi destruktif. Cairan yang digunakan harus memiliki sifat tidak mudah terbakar.
Kegiatan pengujian tekanan pada peralatan dengan cairan mudah terbakar sangat dilarang. Karena selama pengujian tekanan terus-menerus sering ada udara yang terperangkap dalam peralatan, sehingga dapat meningkatkan kompresibilitas fluida.

2.  Uji Tekan Menggunakan Gas: (Gas Test)
Pengujian dengan gas sangat tidak dianjurkan karena tes tekanan gas tidak mengukur sampai pada bahaya potensial yang terkait dengan gas yang terkompresi. Pengujian tekanan menggunakan gas inert (nitrogen) harus dibatasi, dan hanya dilakukan sesuai dengan :
     Permintaan khusus dari klien.
     Prosedur khusus /spesifik untuk pemeliharaan peralatan.
     Pemecahan masalah yang tidak normal, ketika kualitas tes tidak dapat dicapai dengan menggunakan cairan.
Udara yang harus digunakan adalah Nitrogen murni dan kandungan oksigen kurang dari 0,5% masih dapat diterima. Semua botol nitrogen harus diperiksa dari kontaminasi oksigen sebelum digunakan. Karena botol gas nitrogen mempunyai kemungkinan terkontaminasi gas oksigen, yang dapat membuat campuran eksplosif ketika kontak dengan hidrokarbon.

Personil Kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) :
Hanya pekerja yang bersertifikat dan berpengalaman yang diperbolehkan untuk melaksanakan pengujian tekanan. Perhatian khusus harus dilakukan ketika pembongkaran peralatan yang telah mengandung gas, untuk menghindari potongan-potongan yang bisa menjebak tekanan gas yang tersisa. Jika tekanan terperangkap maka tindakan pencegahan yang memadai perlu dilakukan. Akses personil yang tidak penting ke daerah dimana tes dilakukan harus dibatasi.

Standar Pekerjaan Pressure Control Equipment (PCE)
Semua Pressure Control Equipment yang digunakan oleh Slickline Service harus dinilai tingkat tekanannya. Hal ini karena sangat dilarang jika peralatan Pressure Control Equipment (PCE) yang digunakan selama operasi lebih rendah dibandingkan tingkat tekanan kerjanya/Working Pressure (WP). Tingkat Working Pressure (WP) memberikan patokan tingkat tekanan kerja pada keseluruhan sistem.
Pengetesan Pressure Control Equipment (PCE)
Working Pressure (PSI)
Multiplier
Test Pressure (PSI)
Acuan
5.000
X 1,5
7.500
API 6A Edisi 20
10.000
X 1,5
15.000
15.000
X 1,5
22.500
20.000
X 1,5
30.000
Pressure Control Equipment (PCE) yang digunakan oleh Slickline Services harus sesuai dengan aturan yang ada :
• API Specification 6A, current edition.
• NACE MR0175 current edition, for H2S service.
Penentuan Working Pressure Ratings
Dalam menentukan ­Working Pressure Ratings semua Pressure Control Equipment (PCE) maka perlu memperhatikan batasan keamanan dari 20% kemampuan alat tersebut. Ini berarti bahwa peralatan yang harus dipilih memiliki peringkat kemampuan Tekanan Kerja 1,2 kali dari tekanan sumur Maximum Potential Wellhead Pressure (MPWHP). Batasan keamanan ini dimaksudkan untuk memungkinkan operasi yang baik dan aman ketika alat dan slickline berada di lubang sumur.
Sebagai contoh :
     MPWHP is 8.900 psi :
8.900 X 1.2 = 10,680 psi
Maka tingkatan tekanan dari alat yang dipilih adalah yang memiliki kemampuan 15,000 psi, karena maksimum tekanan sumur adalah 10.680 psi
     MPWHP is 8.100 psi :
8.100 X 1.2 = 9.720 psi
Maka tingkatan tekanan dari alat yang dipilih adalah yang memiliki kemampuan 10,000 psi, karena maksimum tekanan sumur adalah 9.720 psi.
     MPWHP is 4.500 psi :
4.500 X 1.2 = 5.400 psi
Maka tingkatan tekanan dari alat yang dipilih adalah yang memiliki kemampuan 10.000 psi, karena maksimum tekanan sumur adalah 5.400 psi.


Potensi Bahaya Kegiatan Pressure Control Equipment (PCE)
Kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) memiliki beberapa Potensi Bahaya yang dapat menyebabkan kerugian. Potensi bahaya yang terkandung antara lain :
Bahaya Mekanik
Bahaya mekanik bersumber dari peralatan mekanik atau bergerak. Bahaya mekanik yang terkandung pada kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) antara lain :
-       terjepit collar saat proses penyambungan peralatan
-       benda jatuh saat proses pengangkatan
-       terjepit sling saat pengikatan material
-       terjepit bagian berputar mesin kompresor
Bahaya Fisik
Bahaya fisik yang terkandung dalam kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) antara lain :
-       Bahaya bising dari mesin kompresor, turbulensi udara yang dikeluarkan oleh pompa, bising dari mesin mobil crane, bising pada saat proses pelepasan tekanan udara dan air
-       Bahaya tekanan tinggi yang dikeluarkan dari mesin kompresor dan pompa, sehingga dapat melemparkan material dengan tekanan tinggi yang dapat menyebabkan fatality. Bahaya tekanan dapat menyebabkan efek cambuk pada hose yang digunakan
-       Bahaya getaran dari kompresor dan pompa saat kondisi hidup
-       Bahaya pencahayaan yang kurang saat proses pembacaan chart atau pressure gauge di area kontrol tekanan
-       Radiasi cahaya matahari saat proses penggabungan material Pressure Control Equipment (PCE) yang akan ditest di luar ruangan
Bahaya Kimia
Bahaya kimia yang terkandung dalam kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) antara lain :
-       Bahaya paparan pelumas yang digunakan untuk melumasi material Pressure Control Equipment (PCE) yang dapat menyebabkan dermatitis pada karyawan
-       Bahaya tumpahan pelumas yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, atau menyebabkan kebakaran dari pelumas itu sendiri
-       Bahaya polusi udara dari sisa pembakaran tidak sempurna mobil crane
Bahaya Listrik
Bahaya listrik yang terkandung dalam kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) antara lain :
-       Bahaya sambungan listrik di ruang control uji tekanan yang dapat menyebabkan konsleting atau bahkan kebakaran. Selain itu dapat menyebabkan kontak kepada karyawan yang dapat menyebabkan karyawan tersengat listrik.
Bahaya Ergonomi
Bahaya ergonomi yang terkandung dalam kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) antara lain :
-       Posisi tubuh yang salah ketika melakukan manual lifting material Pressure Control Equipment (PCE), plug, port, hose.
-       Posisi tubuh terlalu membungkuk saat menghubungan material Pressure Control Equipment (PCE).
Bahaya Psikologi
Bahaya psikologi yang terkandung dalam kegiatan Pressure Control Equipment (PCE) antara lain :
-       Kopetensi operator yang tidak memadai
-       Terjadi kesalahan pengertian/ kegagalan komunikasi
-       Strees akibat beban kerja dan tuntutan waktu